Thursday, December 31, 2015

Perusahaan Game Terbesar

Perkembangan dunia game dari masa ke masa semakin maju dan semakin canggih. Kehadiran video game di era modern pun tidak hanya dijadikan sebagai lahan hiburan saja, namun juga sudah masuk dalam dunia bisnis dimana keuntungan uang dan finansial menjadi hal utama yang dituju. Tak heran jika kemudian banyak bermunculan perusahaan-perusahaan dan studio developer game yang terkenal, baik pengembang yang khusus di bidang platform dan konsol game hingga pengembang game game baru yang banyak ditunggu gamers. Merk dan brand game terkenal tentu akan menjadi nilai tambah bagi game tersebut agar lebih populer di kalangan gamers. 

Beberapa perusahaan dan developer game terkenal kebanyakan berasal dari Jepang. Meski begitu beberapa perusahaan games asal Amerika dan Eropa juga tidak mau kalah dan bersiap untuk menyaingi perusahaan game asal Jepang yang masih mendominasi pasar game di seluruh dunia. Berikut akan kami tampilan daftar top 10 perusahaan video game terbaik dan paling populer yang paling terkenal dan produknya yang banyak digunakan oleh gamers dari seluruh dunia.

Daftar 10 Perusahaan Video Game Terbaik dan Terpopuler


1. Sony


Sony merupakan cabang dari perusahaan elektronik yang terkenal yang berpusat di Tokyo, Jepang. Sony Computer Entertainment juga dikenal berkat produk konsol game terkenal yaitu PlayStation dengan seri PS, PS2, PS3 dan PS4. Selain itu banyak game-game yang mereka buat.

Produk game terkenal :
  • Final Fantasy
  • Tomb Raider
  • Tekken
  • Harvest Moon
  • Grand Turismo

2. EA (Electronic Arts)


Electronic Arts merupakan perusahaan yang bergerak di bidang multimedia. EA berpusat di Redwood City, California, Amerika Serikat. EA menjadi salah perusahaan game paling terkenal di dunia. Selain itu cabangnya, EA Sports dikenal menghasilkan game bertema sport yang banyak digemari.

Produk game terkenal :
  • Battlefield
  • FIFA
  • Medal of Honor
  • Need for Speed
  • The Sims
  • Burnout

3. Capcom


Capcom adalah perusahaan developer software video game yang berpusat di kota Osaka, Jepang. Capcom merupakan singkatan dari kata Capsule Computer. Perusahaan ini dikenal menghasilkan video game video game yang populer terutamadi era game generasi kelima dan keenam.

Produk game terkenal :
  • Mega Man
  • Resident Evil
  • Street Fighter
  • Devil May Cry
  • Captain Commando

4. Rockstar Games


Rockstar adalah perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang berpusat di New York City. Rockstar dikenal cukup banyak menghasilkan produk produk di bidang game yang terkenal di kalangan gamers. Satu game yang langsung terlintas setelah mendengar nama Rockstar adalah game GTA yang begitu populer.

Produk game terkenal :
  • Grand Theft Auto (GTA)
  • Max Payne
  • Bully
  • Midnight Club
  • Manhunt
5. SEGA, Corp


Sega adalah perusahaan software dan game asal Jepang yang berpusat di Ota, Tokyo. Sega sempat membuat konsol game yang populer di era 90-an sebelum berhenti karena kalah bersaing pada tahun 2001. Setelah itu mereka lebih fokus pada software game dan penghasil game game yang cukup populer.

Produk game terkenal :
  • Sonic
  • Virtua Fighter
  • The House of the Dead
  • Sakura Wars

6. Microsoft Xbox
Xbox merupakan konsol game populer yang diluncurkan oleh perusahaan elektronik ternama dunia, Microsoft. Xbox pun menjadi begitu populer di kalangan gamers. Selain itu juga ada konsol Xbox Live dengan fitur-fitur baru yang tidak ada di konsol game lain.

Produk game terkenal :
  • Dead or Alive
  • Halo
  • Fuzion Frenzy
  • Amped : Freestyle Snowboarding

7. Nintendo


Nintendo merupakan salah satu perusahaan yang mempelopori perkembangan game di dunia. Nintendo berpusat di Kyoto, Jepang. Nintendo kemudian tumbuh dan mampu konsisten sebagai perusahaan game terbesar di dunia yang bergerak di bidang game, konsol game atau software game lainnya.

Produk game terkenal :
  • Super Mario
  • Pinball
  • Tennis
  • Donkey Kong
  • 10-Yard Fight

8. Ubisoft Entertainment


Produk game terkenal :
  • Assassin's Creed
  • Rayman
  • Prince of Persia
  • Driver
  • Rainbow Six

9. Valve


Produk game terkenal :
  • Half-Life
  • Counter-Strike
  • Left 4 Dead
  • Portal
  • Dota 2

10. Konami


Produk game terkenal :
  • Winning Eleven (WE)
  • Pro Evolution Soccer (PES)
  • Contra
  • Suikoden
  • Castlevania
  • Silent Hill


Itulah informasi mengenai 10 perusahaan game terbesar dan terbaik yang paling populer di dunia update terbaru. Tentunya nama-nama perusahaan game tersebut sudah terkenal. Selain banyak judul-judul game terbaik yang dihasilkan oleh perusahaan dan developer game di atas. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat dan menjadi referensi untuk memilih game yang akan dimainkan.


Sumber : http://gamesetting.blogspot.com/2014/07/perusahaan-game-terbesar-dunia.html#ixzz3vtrPW8Bc

Sunday, December 20, 2015

Audio Dalam Game

Apa saja elemen audio dalam sebuah game? Tentunya, semua suara yang ada. Saya cenderung membaginya ke dalam 3 kategori: musik, sound effect, dan voice act. Ketiganya memiliki perannya masing-masing, dan menurut saya sangat penting. Sayangnya, terkadang audio dalam game kurang diperhatikan. Tidak salah juga, mengingat faktor utama sebuah game adalah gameplaynya, didukung oleh elemen visual dan audio.

Nah, apa peranan dari audio bagi sebuah gameplay?


1. Estetika

Keindahan tentu menjadi nilai tersendiri pada musik di manapun, termasuk pada sebuah game.

2. Memperkuat gameplay

Need For Speed
















Suara benturan pada saat pemain menabrakkan mobilnya, atau suara tebasan dan pukulan pada sebuah game fighting, atau bahkan sekedar sebuah suara ‘ping!’ pada saat pemain menekan sebuah tombol. Suara-suara tersebut memperkuat rasa bahwa pemain melakukan aksi tertentu, yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah pada gameplay.

3. Memberi efek ruang














Secanggih-canggihnya sebuah monitor dan efek 3D apapun yang dia punya, sampai saat ini elemen visual sebuah game baru bisa ditampilkan pada sebuah layar yang (cenderung) datar. Elemen audio-lah yang memberikan efek ruang itu. Faktor pendukung pernyataan tersebut ada pada manusianya sendiri. Kedua mata yang terletak di depan hanya memberi ruang pandang sekitar 120 derajat, sedangkan telinga mampu mendengar sekelilingnya.

Kehadiran teknologi multi-channel, mulai dari 2 channel (stereo sound), 5.1, 7.1, bahkan sampai 22.2 semakin memperkuat efek ruang ini. Pendengar dapat mendengar sebuah mobil bergerak dari kiri ke kanan, atau bahkan dapat merasa berada di tengah-tengah suara hiruk pikuk keramaian.

Efek ruang ini tentu bisa dimanfaatkan dengan baik, misalnya first person shooting. Pemain dapat merasakan ada suara tembakan di sekitarnya pada saat bermain.


4. Memperkuat emosi cerita dan karakter















Katakanlah sebuah game bercerita tentang perjalanan hidup seseorang. Di satu waktu dia merasakan kedamaian, dan di waktu lainnya dia penuh amarah. Di waktu selanjutnya dia berdansa dengan gembira, dan mungkin suatu saat adrenalin mengalir dalam darahnya yang bersemangat. Audio yang tepat akan memberi efek luar biasa kepada pemainnya. Termasuk dalam bagian ini adalah fungsi voice act atau pengisi suara untuk menguatkan karakter tokoh.

5. Daya tarik tersendiri

Saat ini, musik dari sebuah game telah menjadi faktor penting yang bisa diangkat. Mulai dari proses pembuatannya, perekamannya (apalagi jika dengan orkestra lengkap), dan hasil akhirnya pun dapat diedarkan terpisah dari gamenya. Misalnya video promo Super Mario Galaxy yang menampilkan proses dibalik layar perekaman orkestra.

Berdasarkan pengalaman saya, banyak game developer kurang berusaha memperhatikan faktor audio di dalam game. Seringkali pesanan untuk membuat musik atau sfx datang pada akhir masa pengembangan, sehingga pembuatan audio pun jadi kurang maksimal karena diburu waktu. Akan lebih baik jika Sound Designer atau Music Director dapat dilibatkan sejak awal pre-produksi sebuah game, supaya pengerjaannya bisa pararel dengan pemrograman dan ilustrasi/modelling.

Sumber:

HOW TO START YOUR GAME DEVELOPMENT



Ini adalah video bagaimana cara membuat game pertama bagi para pemula.



Sumber:
www.youtube.com

Game Art

Kalian pasti suka dengan yang namanya ngegame, zaman sekarang siapa sih yang tidak suka main game? Bahkan orang yang berkata tidak suka bermain game pada akhirnya ikutan main game juga meskipun game itu adalah sebuah game casual.

ada 2 jenis game yang saat ini ada dunia berdasarkan bentuknya, antara lain:

Dua Dimensi (2D)

Sekarang, game 2D sudah mulai jarang terlihat dan diminati para developer game. Mungkin hanya beberapa game, seperti Angry Birds buatan Rovio dan Plants vs. Zombies dari PopCap Games. Osu! juga termasuk game 2D.
osu! termasuk game dua dimensi
Tiga Dimensi (3D)
Game 3D saat ini adalah jenis game berdasarkan bentuk yang paling populer dan dimainkan. Berbagai game 3D sudah beredar dimana-mana. Offline maupun online, RPG, FPS, dan banyak lagi. Contohnya sudah sangat jelas, PES2014, Crysis, Battlefield, Mass Effect, Grid, dan lainnya.
Halo 4 merupakan game FPS yang modelnya 3D.
Tapi, bagaimana caranya? Ada beberapa cara dalam membuat game, antara lain:
  1. Pembuatan dengan menggunakan bahasa pemrograman. Setiap gerakan, munculnya objek, dan lain-lain diprogram dengan bahasa pemrograman dan menggunakan API (Application Programming Interface) berdasarkan DirectX/OpenGL. Ini akan sangat susah, dan hasil dari pembuatan game juga akan sulit dilihat sebelum game itu dikompilasi dahulu.
  2. Pembuatan dengan menggunakan Game Engine. Ini merupakan cara yang paling umum, bahkan perusahaan game-game besar pun menggunakan cara ini. Apa itu game engine? Akan saya jelaskan dibawah.
Apa itu game engine? Game engine adalah sistem software yang didesain untuk pembuatan dan pengembangan game itu sendiri. Dengan software ini, developer game bisa membuat game mereka dengan mudah. Secara garis kecilnya, game engine adalah software pembuat game. Saat ini, yang saya ketahui, game engine kebanyakan hanya membuat game tiga dimensi. Contoh:

  1. Unreal Engine 3/UDK, kalau tidak salah game engine ini yang membuat game Mass Effect 3 dan Devil May Cry 2013.
  2. CryEngine 3 SDK, game engine buatan Crytek yang digunakan untuk membuat game FPS Crysis.
  3. Unity, sebuah game engine yang mampu membuat game untuk semua platform. Dari Windows, Mac OS X, Linux, iOS, Android, PS3, hingga Nintendo Wii. Contoh game yang memakai engine ini adalah Bad Piggies dari Rovio, juga DreadOut, game horor buatan anak Indonesia yang saat ini masih tahap demo.
  4. Source Engine, game engine yang dikembangkan oleh Valve Software. Dari kata Valve, pasti kalian sudah tahu. Ya, Counter-Strike adalah game yang dibuat dari engine ini.

Sumber :

Game Design

Game desain, merupakan subset dari pengembangan permainan , yaitu suatu  proses perancangan dari isi dan aturan sebuah permainan dalam tahap pra-produksi dan desain game, lingkungan, dan cerita selama tahap produksi . Istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan ataupun diwujudkan dalam desain permainan game serta dokumentasi yang menggambarkan seperti desain. Game membutuhkan desain dan teknis artistik kompetensi serta keterampilan menulis.

Cara membuat desain game dimulai dari ide yang kita punya, setalah itu kita modifikasi pada konsep yang ada. Ide permainan yang kita buat akan termasuk kedalam genre apa.
  •  turn-based strategy
  •  fighting
  • arcade
  •  puzzle

PERANCANG PERMAINAN

Seorang perancang permainan adalah orang yang mendesain game , dan juga yang membuat peraturan dan struktur dalam permainan.
  1. Lead designer yaitu koordinat karya desainer dari  visioner utama permainan. Desainer Lead memastikan komunikasi tim, membuat keputusan desain besar, dan menyajikan desain di luar tim. Seringkali desainer lead teknis dan artistik cerdik. Menjaga dan menyajikan dokumentasi dalam tanggung jawab desainer. Desainer Lead mungkin merupakan pendiri perusahaan yang merupakan pengembangan permainan atau dapat dikirimkan dengan penerbit, jika game konsep disediakan oleh penerbit.
  2. Game desainer desain mekanik dan saldo mekanika game.
  3. Tingkat desainer atau lingkungan desainer adalah posisi terpenting dalam beberapa tahun terakhir. Tingkat desainer adalah orang yang bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan game, tingkat , dan misi.
  4.  Penulis adalah orang memahami permainan narasi dalam seiring dalam mendesain gamenya, dialog, komentar, cutscene narasi, jurnal, kemasan permainan video konten, sistem petunjuk, dan lain-lain. Ini adalah tanggung jawab penulis untuk berkolaborasi dengan desainer utama, menciptakan ide cemerlang, menghindari pengulangan, memberikan umpan balik, dan lain-lain.

PENDISIPLINANNYA
  1. World design adalah penciptaan backstory, setting, dan tema untuk permainan yang sering dilakukan oleh desainer memimpin.
  2.  System design Sistem desain penciptaan aturan permainan dan pola matematika yang mendasarinya.
  3. Content design Konten akan penciptaan desain karakter, item, teka-teki, dan misi.
  4. Game writing Game menulis melibatkan menulis dialog, teks, dan cerita.
  5.  Level design Tingkat desain adalah pembangunan tingkat dunia dan fitur-fiturnya.
  6. User interface design desain antarmuka pengguna membangun interaksi antarmuka pengguna dan umpan balik.

ELEMEN PERMAINAN

Narasi

       Banyak permainan memiliki unsur-unsur naratif yang memberikan konteks untuk sebuah acara di permainan, membuat aktivitas bermain kurang abstrak dan meningkatkan nilai hiburan, meskipun unsur-unsur naratif yang tidak selalu jelas hadir. Tetris adalah contoh permainan tampaknya tanpa narasi. Perlu dicatat bahwa beberapa narratologists mengklaim bahwa semua permainan memiliki unsur narasi. Beberapa melangkah lebih jauh dan menyatakan bahwa permainan yang pada dasarnya merupakan bentuk naratif . Narasi dalam praktik dapat menjadi titik awal bagi pengembangan permainan, atau alternatif dapat ditambahkan ke desain yang dimulai sebagai serangkaian mekanika game. Narasi elemen dari permainan adalah aspek utama dari permainan yang digunakan dalam pemasaran, karena kemudahan yang mereka dapat terkait media non-interaktif.

Desain proses

       Proses pendesainannya bervariasi dari desainer untuk desainer dan perusahaan memiliki prosedur formal yang berbeda dan filosofi. Dokumen desain game dimaksudkan untuk memetakan desain lengkap permainan dan bertindak sebagai nara sumber pusat untuk pembangunan tim. Dokumen ini idealnya harus diperbarui karena permainan berkembang selama proses produksi.

    Desainer sering diharapkan untuk beradaptasi dengan peran ganda dari berbagai ragam cara pembuatannya Sebagai contoh, konsep prototyping dapat dibantu dengan penggunaan mesin dan alat-alat seperti Game Maker. Tingkat desain mungkin dilakukan terlebih dahulu di atas kertas dan lagi untuk mesin permainan menggunakan alat pemodelan 3d bahasa Scripting yang digunakan untuk banyak elemen-AI, cutscenes, GUI, dan perilaku lainnya dan efek-desainer Setting, cerita dan konsep karakter memerlukan penelitian dalam menulis proses. Desainer dapat mengawasi pengujian fokus, menulis seni dan daftar aset audio, dan menulis dokumentasi permainan. Selain skillset itu sendiri, desainer yang ideal komunikator yang jelas dengan perhatian terhadap detail dan kemampuan untuk mendelegasikan tanggung jawab secara tepat.

       Desain persetujuan dalam pengaturan komersial merupakan proses yang berkesinambungan dari tahap awal sampai dalam permainan Ketika sebuah proyek baru sedang dibahas (baik internal, atau sebagai hasil dari dialog dengan penerbit potensial), perancang mungkin diminta untuk menulis selembar untuk menjual konsep pendek, diikuti oleh satu atau dua halaman pitch fitur tertentu, penonton, platform, dan rincian lainnya. Desainer pertama akan bertemu dengan pemimpin di departemen lain untuk membangun kesepakatan tentang kelayakan permainan diberikan waktu yang tersedia, ruang lingkup, dan anggaran. Jika lapangan disetujui, tonggak awal fokus pada pembuatan dokumen desain fleshed-out. Beberapa pengembang advokat tahap prototyping sebelum dokumen desain ditulis untuk bereksperimen dengan ide-ide baru sebelum mereka menjadi bagian dari desain.

       Seiring produksi berlangsung, desainer akan diminta untuk membuat keputusan tentang elemen yang hilang dari desain game pembuatannya. Konsekuensi dari keputusan ini sulit diprediksi dan sering hanya dapat ditentukan setelah membuat implementasi penuh. Ini disebut sebagai desain yang tidak diketahui. Faktor luar seperti pemotongan anggaran atau perubahan dalam ekspektasi tonggak juga mengakibatkan luka pada desain, dan sementara pemotongan terlalu besar dapat mengambil hati dari proyek, luka juga dapat menghasilkan sebuah desain streamline hanya dengan fitur terpenting saja. Menjelang akhir produksi, desainer mengambil beban tanggung jawab untuk memastikan bahwa gameplay tetap pada standar yang seragam di seluruh pertandingan, bahkan dalam permainan panjang yang sangat sulit di bawah “crunch” kondisi, sebagai seluruh tim mungkin mulai melupakan gameplay inti sekali ditekan untuk memukul tanggal untuk jadi dan bebas bug game.

Sumber :



Tahap Pengembangan Game


Berbagai teknologi baru muncul dan memberikan banyak kemudahan bagi kita dalam menciptakan sebuah game. Berbagai plaform game mulai tumbuh dan berkembang di mana-mana, menjanjikan peluang kesuksesan luar biasa. Banyak pihak kemudian berlomba untuk memproduksi game secepat mungkin dan sebanyak mungkin. Menduplikasi gameplay dari sebuah game yang sukses dengan sedikit modifikasi pada asset dan tema menjadi hal yang biasa. Hasilnya, kita pun dibanjiri dengan berbagai versi game yang kurang lebih sama. Proses pengembangan game seakan hanya sebuah proses replikasi yang begitu mudah dilakukan.

Apakah seperti itu sesungguhnya proses membuat game yang baik?

Proses pengembangan sebuah game secara garis besar terbagi menjadi beberapa tahapan berikut:

1.      Tahap Riset dan Penyusunan Konsep Dasar
     Pada tahap ini ide dasar, objektif, tema, target audience, teknologi, media (platform), serta berbagai batasan lain dirumuskan. Tahapan riset ini menjadi sebuah tahapan krusial, berbagai elemen dasar dari sebuah game disusun di sini.

2.      Perumusan Gameplay
Pada tahap ini para game designer merumuskan gameplay/gamechanic yang akan digunakan dalam sebuah game. Gameplay adalah pola, aturan, atau mekanisme yang mengatur bagaimana proses interaksi pemain dengan game yang diciptakan. Gameplay ini juga mengatur bagaimana seorang pemain bisa memenuhi objektif dari game dan mendapatkan pengalaman bermain yang menyenangkan.

3.      Penyusunan Asset dan Level Design
Tahapan ini fokus pada penyusunan konsep dari semua karakter serta asset (termasuk suara/musik) yang diperlukan. Pada saat yang sama tim juga mulai melakukan Level Design atau pengelompokkan tingkat kesulitan serta berbagai asset yang tepat pada tiap level (jika ada lebih dari 1 level) agar game tersebut bisa menghadirkan pengalaman bermain yang optimal.

4.      Test Play (Prototyping)
Pada tahapan ini sebuah prototype/dummy dihadirkan untuk menguji gameplay serta berbagai konsep yang telah tersusun, baik dalam tiap level maupun secara keseluruhan, serta melakukan berbagai perbaikan yang diperlukan. Tahapan ini juga berfungsi untuk memberikan gambaran lengkap bagi seluruh tim sehingga bisa memudahkan proses pengembangan selanjutnya.

5.      Development
Pada tahap ini seluruh konsep (karakter dan asset) yang sebelumnya telah tersusun mulai dikembangkan secara penuh, game engine mulai dikembangkan, dan semua elemen mulai dipadukan.

6.      Alpha/close beta Test  (UX - Initial Balancing)
Fokus utama pada tahap ini adalah untuk mengetahui apakah semua komponen utama dari game telah mampu memberikan user experience seperti yang diharapkan sekaligus juga untuk mendeteksi adanya masalah teknis yang belum terdeteksi pada tahapan sebelumnya.

7.      Rilis
Pada tahap ini game sudah siap untuk dirilis dan diperkenalkan pada target pemainnya. Ketika sebuah game telah dirilis untuk publik bukan berarti proses pengembangan selesai - mereka umumnya terus dioptimalkan/diupdate. Hal ini untuk memastikan bahwa game yang dihadirkan benar-benar mampu memberikan pengalaman bermain yang maksimal.

Tahapan-tahapan tersebut di atas umumnya juga dikelompokkan menjadi 3 fase utama proses pengembangan game yaitu: Pre-production (tahap 1-4), Production (tahap 5), dan Post-Production (tahap 6-7)

Sebuah game yang baik akan memberikan pengalaman bermain yang optimal, sebuah proses pengembangan game yang baik juga akan memberikan pengalaman yang istimewa serta proses pembelajaran yang luar biasa bagi mereka yang terlibat di dalamnya.

Market dan Industri saat ini menuntut kita untuk bisa mencipta lebih banyak, lebih cepat, dan lebih efisien. Hal tersebut penting untuk bisa kita penuhi. Tapi fokus untuk memenuhi itu semua dan melewatkan kesempatan untuk menjadikan setiap game sebuah karya yang beda serta melewatkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman/pembelajaran istimewa mungkin bukan sebuah pilihan bijaksana.

Industri game Indonesia akan terus tumbuh, semoga bukan sekedar dipenuhi oleh game-game replikasi, tapi oleh berbagai game dengan warna kita sendiri.

Sumber :