Thursday, November 12, 2015

Sony Vegas Pro


Sony Vegas Pro adalah sebuah software khusus untuk video dan audio editing. Saat ini Sony Vegas Pro bukan menjadi tandingan Adobe Premire, sementara Sony Vegas Pro memang belum sepopuler Adobe Premire yang didukung begitu banyak plug-in.Selain itu, Sony Vegas Movie Studio juga merupakan program video editing yang powerful dan membuat DVD yang berkualitas yang mana selalu diberikan oleh Sony untuk banyak produk.


Dengan program ini memberikan dimensi baru untuk home movies mereka yang menggunakan program ini, dengan banyaknya pilihan fitur sehingga Anda dapat membuat video berkualitas secara professional, termasuk transisi, judul dan efek khusus termasuk type efek dalam green screen employess yang selalu ada dalam suatu film.

Pengenalan Sony Vegas Pro

Software pengeditan video memiliki banyak jenis dan berbagai karakteristik pengeditannya. Biasanya digolongkan dalam bentuk :

1.      Standart editing.
         Contohnya : ulead, pinnacle studio, power director
2.      Semi professional editing.
         Contohnya : sony vegas.
3.      Professional editing.
         Contohnya : adobe premiere, avid, pinnacle liquid.

Sony vegas kemudian disebut vegas, merupakan software video editing yang dikeluarkanoleh sony pictures digital Inc. Vegas sudah mendukung :

1. Multi track untuk track audio dan video.
2. Metode pengeditan nonlinear.
3. Multichannel dalam mixing dan perekaman audio.
4. Mampu membuat surround pada suara video.

Dengan daya dukung tersebut di atas, vegas dapat menghasilkan video dengan efek 3 dimensi (3D) dan pada audio dapat menghasilkan suara berkualitas 5.1 surround. Vegas juga dilengkapi dengan fasilitas network rendering yang biasa digunakan pada produksi video yang sangat banyak mengandung animasi dan efek, sehingga penggunaan network rendering lebih banyak digunakan pada produksi video berskala besar.

Pada pengeditan video, vegas dapat mendukung penggunaan script sebagai automation editing ataupun efek dalam pembuatan proyek video. Bahasa pemprograman yangdigunakan adalah javascript dan visual basic script. File project yang dihasilkan oleh vegas akan berakhiran *.veg.

Dengan demikian pemilihan vegas sebagai editor video dapat memberikan kebebasan dalam berkreasi membuat video tanpa memerlukan spesifikasi hardware yang tinggi namun dapat memberikan bentuk pengeditan yang bagus dengan kinerja software yang ringan.

 Tampilan pada Sony Vegas Pro














Keterangan dari gambar di atas :

1. Jendela Explorer berfungsi untuk membuka path atau alamat file video yang akan diedit. Pada panel itu pula terdapat tab untuk efek transisi, dan tab video effect. Semua clip video yang kita edit akan ditampilkan daftarnya di sini. Untuk penggunaan transisi dan video efect akan tulis pada tutorial berikutnya.

2. Jendela trimming. Ini adalah panel yang menampilkan timeline clip video. Di sini kita bisa menentukan frame dari video clip, memilih video saja, memilih audio saja, atau melakukan cutting clip yang akan kita masukkan ke jendela timeline utama.

3. Jendela preview menampilkan hasil clip video yang hendak diedit, maupun clip yang telah diedit. Semua clip video jika diputar akan tampil di jendela ini.

4. Jendela track. Berisi track untuk text/title, video overlay, main video, dan voice/background music. Kita bisa mengubah urutan track tersebut hanya dengan drag saja. Kita juga bisa menambahkan banyak track dari berbagai jenis fungsi. Berbeda dengan Ulead misalnya, yang hanya menyediakan 3 track, yaitu main video, title, dan background music/voice, kita bisa menambah jumlah track ini berapapun yang kita mau.

5. Jendela timeline. Ini adalah panel utama tempat melakukan editing clip video. Di sini kita bisa menggeser potongan klip pada posisi yang kita kehendaki, menambahkan transisi, menambah berbagai efek, mengatur sinkronisasi video-music-title, dan sebagainya.

6. Jendela Master volume. Panel ini berfungsi untuk mengatur level volume audio/music dari suatu klip secara global. Artinya kalau ditingkatkan, maka volume semua clip akan meningkat dan sebaliknya.

Untuk lebih jelasnya dapat anda lihat disini :
Keterangan tampilan pada Sony Vegas Pro 

Sumber:

Belajar Pinnacle 9


Software Pinnacle Studio Plus 9.3 adalah salah satu Software Editing Video yang tidak begitu sulit dalam penggunaan nya, Untuk menjalankan Software ini, anda harus mempunyai Spesifikasi Komputer yang baik (Mendukung Kebutuhan Multimedia). Software ini di Produksi setelah Fersi terdahulunya keluar, Yaitu Pinnacle Fersi 9.0, dan bisa digunakan untuk kalangan yang baru belajar dalam Dunia Video Editing. Karena dari Tools yang ada, Pengguna cukup mudah untuk memahaminya, akan tetapi, Jika untuk memunculkan kreativitas pengguna Software ini masih dibilang belum lengkap, Karena dengan Fasilitas Time Line yang tersedia hanya sedikit (Tidak banyak Track Time Line).

Tapi hal ini bukan masalah, karena yang dibutuhkan dalam Editing Video, adalah Kreasi dari seorang Editor Video, Yaitu bagaimana dia bisa menghasilkan Video yang Baik dan bagaimana cara belajar Editing Video(Pengetahuan Software Video Editing).

Pada gambar diatas, adalah Tampilan Utama sekaligus untuk langkah awal dalam memulai menggunakan Software ini, Yaitu dengan cara Klik ganda Icon Pinnacle Studio 9 atau melalui Star > All Program > Studio 9. Seperti pada gambar No 1 dan 2 diatas.
                               

Tampilan diatas adalah Fasilitas Capture atau pertama kali akan melakukan Transfer Data Video ke dalam Komputer, Capture Devices adalah fasilitas untuk memilih jenis Devices yang akan digunakan untuk transfer Video, (Jenis USB Atau VireWire Card) > No 1.

Kemudian Pilih Firmat Video yang akan masuk kedalam Komputer Anda (TV Standard), yang berformat DVD, AVI, atau Video CD(VCD) > (No 2), Kemudian Ok.


Fasilitas diatas adalah fasilitas untuk pertama kali mengambil File Video yang akan diedit, Sementara Anda juga bisa lansung melihat Format Video yang akan diedit (No:1 dan 2)dan Durasi Video yang ada (No 3), sementara Software ini tidak mendukung File Video yang sudah berformat VOB. Cara mengambil File Untuk Video, Audio, dan Image menggunakan Cara yang sama.


Jika dalam proses Editing Video berlangsung, Maka Fasilitas dibawah ini bisa digunakan untuk melakukan pemotongan Frame yang ada di Time Line, Anda tinggal menggeser kedua sudut fasilitas pemotong ini, kekiri dan kekanan sesuai apa yang tampil dilayar , bila ukurannya sudah pas, maka anda tinggal melihat hasil video yang ada ditime line,(sepanjang apa yng telah dikurangi dari video yang ada tadi).
 
No1,Adalah Fasilitas Untukmentransfer Video > No2, Fasilitas Editing, > No3, Fasilitas Untuk Membuat File Jadi Video > No4, Fasilitas Untuk memotong dan Membuang Frame Video yang ada didalam Time Line > No 5, Fasilitas untuk Melihat secara Detail Setiap Frame yang berada di dalam Time Line Pinnacle.


Fasilitas diatas adalah bagian dimana berbagai macam Efek yang akan ditaruh kedalam setiap Frame atau bagian Frame yang ada ( Frame adalah Video, Gambar, dan Audio yang berada didalam Time Line atau tempat dimana kita melakukan Editing pada Pinnacle Studio.



Sumber:

PINNACLE.



Mengedit video tentunya memerlukan kemampuan menguasai software yang dibutuhkan. Salah satu yang banyak dipakai adalah Pinnacle Studio. Pinnacle Studio adalah program komputer untuk editing film. Pengoperasiannya cukup mudah dan tidak ribet seperti program program editing yang lain. Pinnacle Studio juga memberikan beberapa transisi standard, dilengkapi juga transisi khusus yang perlu di unlock dengan register di situs resminya.

Program ini juga menyediakan untuk output film ke berbagai format media, seperti wmv, avi, mpg, mp4 dll. Program ini patut dilirik bagi anda yang sedang berkecimpung di dunia editing. Apabila anda mempunyai komputer dengan spesifikasi pas-pasan, jangan khawatir, software ini tidak membutuhkan spesifikasi yang berlebihan seperti core 2 duo atau RAM 1 GB. Anda hanya membutuhkan space untuk menyimpan video hasil editing anda.

Software Pinnacle banyak dipakai untuk keperluan video editing karena kelengkapan fasilitasnya, variasi dan efek khusus yang lengkap dan kemudahan pemakaiannya. Pinnacle Studio Plus versi 9.3 merupakan pengembangan dari versi standarnya.Sejumlah vitur disertakan dalam versi 9.3 antara lain Multi-track editing dan overlay, Picture-in-picture effects, Chroma key efects, Fast/Slow Motion effects.

Pinnacle Studio Plus 9.3: Dibanding Pinnacle Studio 9, versi Plus ini dilengkapi dengan sebuah track superimpose untuk video. Track video lainnya juga bisa digu-nakan untuk efek gambar dalam gambar. Dengan ini, Anda dapat menampilkan sebuah video klip dalam ukuran yang sangat kecil di atas film utama. Anda juga bisa melengkapinya dengan bingkai warna atau transparansi. Selain itu, preview dari efek ini dapat Anda periksa secara realtime.

Pinnacle juga memiliki fungsi yang lebih menarik bagi profesional, yaitu efek bluebox dan chromakey untuk mengisi latar belakang warna tertentu dengan gambar lain. Dibanding program lain, fungsi edit dan rekam pada software ini terbilang cukup sederhana, sehingga tepat bagi pemula. Tampilannya tidak pernah tampak terlalu penuh, hanya tool-tool penting saja yang tersedia. Video klip akan disusun dalam storyboard, sedangkan fine-tuning dilakukan dalam timeline.

Software ini juga tepat untuk memenuhi kebutuhan slide show karena  dilengkapi dengan animasi-animas menarik. Fungsi zoom dan panorama yang tersedia juga dapat memberikan efek kamera bergerak. Sayangnya, fungsi Auto Edit bekerja di luar harapan. Editing memang dapat disesuaikan dengan irama musik, tetapi secara keseluruhan kurang bervariasi. Setting MPEG pada Pinnacle hanya dapat dilakukan untuk hal-hal yang penting saja, misalnya bitrate dan resolusi. Dengan tool ini, Anda juga dapat mengaktifkan sebuah filter penghalus gambar. Melalui fungsi ini, gambar akan menjadi kurang tajam, tetapi artefak akan berkurang secara signifikan. Filter ini berada di balik fungsi “Video filter”. Pada film tes  dengan kecepatan 4 MB/detik, software ini dapat mencegah timbulnya blok-blok yang terdapat dalam adegan air mengalir atau adegan sulit lainnya. Sayangnya, tool ini tidak menyediakan filter deinterlace, sehingga DV-AVI tidak dapat di-output secara progresif.


Pinnacle menyediakan lebih banyak option DVD authoring dibandingkan software lain dalam tes. Seperti yang layak terjadi dalam tool DVD authoring, Anda juga dapat mendesain sendiri tampilan menu atau memodifikasi template yang sudah disediakan. Untuk struktur DVD Anda memiliki kebebasan penuh. Misalnya, sebuah chaptermark dapat Anda atur dalam beberapa menu. Authoring juga terintegrasi dalam timeline, sehingga Anda dapat mengambil adegan langsung sebagai chaptermark. Selanjutnya, hasilnya akan dicantumkan secara otomatis dalam menu bab.



Sumber:

Tuesday, November 10, 2015

Dampak Perkembangan Kamera Video

Perkembangan Video semakin berkembangan dari masa ke masa, dimana kamera video digunakan sebagai sarana pembuatan berita di stasiun televisi, baik secara live (langsung) maupun video secara rekaman, dimana berita di ambil terlebih dahulu baru di sampaikan setelah di edit sesuai ketentuan Berita televisi tersebut. Untuk membuat berita ada beberapa perngkat kamera video yang digunakan misalahnya kalau anda mejadi koresponden di daerah makan tentu perlatan jauh lebih sederhana ketimbangan dengan perangkat di studio, dan juga dalam bentuk berita full edit jauh lebih kompleks ketimbang dengan yang nonedit.

Askurifai baksim dalam bukunya membuat film indie menyebutkan bahwa kamera pada umumnya dapat di kategorikan menjadi tiga jenis yaitu
1.     Kamera Foto (still photography)
2.     Kamera Film / Movie (cinema Photography)
3.     Kamera Video (Video Photography)

Ketiga jenis kamera tersebut mempunyai karateristik yang berbeda satu sama lainnya, tergantung kebutuhan dan pemakaiannya terutama pada aspek penyimpanan gambar (imej) dan proses terjadinya gambar. Berbicara mengenai kamera video mengahasilkan gambar yang hidup atau citra bergerak (motion picture)

Video lambat laut mulai berkembang pesat dari masa ke masa, dimana kamera video mengalami perubahan bentuk dari analog ke digital, dimana dahulu kita menggunakan kamrea video analog yang menggunakan penyimpanan video dengan menggunakan kaset yang menggunakan pita untuk menyimpan atau sebagai memori, pekembangan teknologi mulai mempermuda penggunaan kamera video secara digital.

Perbedaan antara kamera analog dan digital  menurut Maximus College dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Analog
Digital
Signal Dioroses langsung sehingga rentan terhadap gangguan baik secara internal maupun eksternal
Singal dikonversi oleh ADC menjadi data digital (yaitu 0 dan 1) sehingga tahan terhadap gangguan
Dilihat dari harga cukup mahal
Harga relatif murah
Mengalami degradasi kualitas
Tidak mengalami degradasi
Lebih Colorfull
Kurang corofull, tapi bisa dikoreksi pada saat editing. (Maximus College)

Seiring perkembangan zaman makan jenis kamera yang kini sering digunakan adalah kamera digital, tak tepas dari itu sebernya cukup beragam kamera yang sering digunakan di kalangan independen (indie), mulai dari jenis handycam hingga kamera digital yang harganya sampai ratusan juta. Di indonesia beberapa pita video disesuaikan dengan jenis kamera yang banyak dijumpai dimasyarakat, yakni video 8/Hi (handycam), VHS/Super, VHS/S – VHS kini sudah jarang ditemui dan yang saat ini sering digunakan adalah jenis MiniDV dan Handycam, jenis Dvcam dan HDCam tidak banyak dimiliki oleh orang karena harganya yang terbilang cukup mahal untuk dijangkau oleh kalangan amatir.

Lahirnya jenis kamera digital sangat mengubah dunia perfiliman, pertelevisian dan dalam kangan masyarakat, dimana kamera digital mempermudah seseorang untuk mengambil gambar secara video, dengan menggunakan kamera video digital. Hasil gambar yang di ambil saat ini langsung tersimpan dengan menggunakan memori card,  memori mini card sehingga lebih seimpel ketimbang menggunakan kaset dan video yang diperoleh lebih bagus dan jerni, ada beberapa keuntungan dalam menggunakan makera digital, selain biaya produksi yang murah, menurut Tony Atmadja (Maximus Collage, Jakarta)  mencontohkan kiprah seorang pemuda Amerika berusia 23 tahun bernama robert rodriguez yang membuat film indie dengan biaya hanya US $ 7000, dengan karyanya yang cukup murah tersebut pemuda kreatif tersebut kini menjadi sineas terkenal di lingkungan hollywood.

Perkembangan media video juga membawa dampak pada masyarakat di indonesia, bagaimana media video bagi itu analog mau digital yang sekarang ini lebih digunkan oleh masyarakat di indonesia, dalam lingkungan mikroskopik atau level indidual, perkembangan video bisa kita lihat dalam penggolongan kamera, menurut Hanoch Tahapary (MMTC Yogyakarta), kamera video dibagi menjadi tigas, yakni kamera studio, kamera portabel (ENG camera) dan kamera EFP (Electronics Field Production).
1.     Kamera Studio
Kamera yang biasa digunakan dalam studio (indoor) untuk memproduksi sebuah program acara televisi. Dimana ada kamera, kabel kamera, camera control unit/base stasion. Remote control pael, monitoring system dan power supply
2.     Kamera ENG ( Electronics News Gathering) atau Portable Camera
Dimana kamera jenis ini hanya digunakan untuk hunting berita, namun sekarang juga digunakan untuk membuat film dan ada dua macam kamera ENG yakni Camera Built im VTR (comcoder) dan Camera Separate (VTR (dooking), pada kamer ini terdiri dari satu set kamera ENG seperti lensa (portable lens), camera, view funder (FV), Video Cassette Recorder (VCR), microhone (mic), batterry / housting, Ultra Light lamp / eye lamp / hand lamp, camera mouting dan carryng case : Camera (camcoder)
3.     Kamera EFP ( Electronics Field Production)
Kamera ini digunakan di dalam ruangan (in door) hampir sama dengan kamer studio, dimana dalam kamera EFP terdiri dari kamera, kabel kamera, camera control, remote control, monitoring system dan power supply
           
            Dari perkembangan kamera video tersebut menuju ke arah digital yang semakin janggi, saat ini kamera video yang sering digunakan di masyarakat seperti fortmat DVCPRO, Format Mini DV, Format DV, Format Betacam SX, Format DVCam dan Format HDCam, semua kamera video ini memiliki tipe sendiri dan merek sendiri seperti pada format Pansonic, Ikegami,Canon, sony dan Philips. Teknologi ini semakin berkembang dan semakin lebih baik, dimana masyarakat lebih meudah untuk menggunakan media video karena semakin simpe dengan kualitas yang bagus. Teknologi kamera video saat ini juga dapat di akses di handphone yang sudah memiliki aplikasi kamera atau video, dengan kualitias yang beragam dan hasil yang baik, kamera ponsel sendiri menjadi trend teknologi modern yang dapat di jangkau oleh masyarakat baik itu kalangan atas sampai kalangan bawa, dengan harga smartphone yang murah sampai mahal, dengan kemampuan yang tidak kalah dari kamera DSLR.

Dampak  perkembangan teknologi kamera video membawa dampak yang sangat besar di masyarakat, masyarakat semakin melek terhadap pekermbangan teknologi dan memafaatkannya untuk kepentingan pribadi, kelompok, organisasi dan pemerintahan, dengan adanya kamera video dapat merekam atau mengabadikan moment – moment pribadi sampai dengan yang kegiatan yang bersifat umum. Dalam hal ini baik kamera analog maupun digital sama – sama memiliki tempat tersendiri di dalam masyarakat, tergantung kebutuhan dan minat dari individu atau kelompok tersebut, karena semua tergantung bagaimana seseorang itu tertarik menggunakan media kamera video yang mana dan di mana. Karena kamera analog walapun memiliki kekurang dibandingkan kamera video digital, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa kamera video masih di pergunakan oleh beberapa individu mapun kelompok tertentu di dalam masyarakat, begitu juga dengan kamera video digital yang semakin beragam bentuknya dari kamera video, dan Handphone / SmartPhone yang dapat digunakan untuk merekam video dengan kualitas yang beragam.

Referensi :
1.                     Astuti, santi. 2008. Jurnalisme Radio : Simbiosa Rekatama Media - Bandung,
2.                     Baksim, Askurifai .2006. Jurnalistik Telvisi Teori dan Praktek  : Simbiosa Rekatama Media – Bandung, 


Sunday, October 25, 2015

Apa itu video 4K?

Gampangnya video 4K adalah video dengan resolusi sangat tinggi yang mampu merekam video resolusi 4x lebih detil dari video HD biasa, atau disebut juga dengan Ultra HD (UHD). Dalam hitungan piksel, maka bidang gambar dari video ini adalah 3840×2160 piksel (setara dengan foto 8 MP) yang melebar dengan aspek rasio 16:9.
Disebut ”4K” karena setidaknya ada 4.000 piksel dalam bentang horizontal-nya. Jika resolusi HDTV yang sudah sangat tajam itu adalah 1920×1080 atau ”1080p”, maka resolusi TV 4K dimulai dari 3849×2169 hingga 4096×3112 piksel. Sebagai perbandingan, resolusi “retina” dari laptop MacBook Pro terbaru itu maksimum hanya 2880 x 1800 piksel. Nah, resolusi 4K itu menjadi standar dari film digital yang digunakan di bioskop seperti Blitz Megaplex. Jadi, seandainya Anda memiliki smartphone yang dapat merekam video beresolusi 4K, artinya video tersebut memiliki standar setara bioskop!

4K hadir itu karena adanya ketidak puasan atas kualitas full HD, hah? perasaan kita aja wah banget sama full HD, apalagi kalau dapet film yang kualitas BRrip itu pasti seneng, senengnya karena videonya bagus, jelas, jernih, ya walaupun ukuran monitornya paling gede 22″. Ketidakpuasan atas full HD itu kalau di negara orang itu wajar, karena mereka sudah terbiasa melihat tayangan full HD, dari mulat TV, film, dll. biar lebih jelasnya, ini nih gambaran perbandingan dari resolusi yang ada dengan 4K.
Keliatan banget kan bedanya? kita aja yang masih sangat jarang liat tontonan yang 2K apalagi jauh dari kata tidak puas. Orang- orang sana itu sudah bilang gak puas. Konon katanya dengan menggunakan resolusi 4K yang kaya akan warna dan sebagainya itu, seakan-akan kita melihat aslinya, mata kita dimanjakan lah itu intinya.
Hal lain dari 4K ini adalah akan membawa ukuran monitor semakin besar dan besar, apalagi ada standar diatas 4K yaitu 8K, ukuran monitor yang besar jadi cara yang gampang untuk mengukur kemampuan maksimal dari resolusi 4K, kalau masih kecil-kecil mah kayaknya kurang kerasa kali ya, karena pake yang kualitas BR aja udah wah.


Sumber:



Keunggulan Resolusi 4K untuk TV


        Keunggulan seperti resolusi yang sangat besar serta tampilan gambar yang sangat detail menyerupai aslinya. Bahkan untuk gambar ada teknologi tersendiri seperti purcolor yang akan membuat warna dari 4k tv menjadi lebih alami dan detail jika di bandingkan dengan televisi biasa




Keunggulan kedua adalah berbagai layanan yang memungkinkan untuk tv UHD bisa di nikmati di berbagai media, salah satu media yang kemungkinan bisa support terhadap 4k Tv adalah Youtube yang telah mengkonfirmasi akan menyediakan pilihan gambar dengan teknologi 4k tv pada beberapa videonya, tentu saja video yang support 4k nanti adalah video yang di rekam dengan teknologi 4k juga sehingga video biasa yang di rekam dengan teknologi perekam sederhana belum bsa di tonton dengan resolusi 4k.

Keunggulan ketiga adalah membanjirnya produk 4k TV lain dengan berbagai varian merk serta harga yang lebih terjangkau. Produk 4k Tv yang di prediksi akan semakin booming membuat beberapa vendor juga tertarik untuk memproduksi televisi canggih ini, tak terkecuali dengan produsen tv China yang akan ikut meramaikan pasar tv 4k. Dengan masuknya pasar tv 4k China akan membuat pasar tv 4k lebih banyak tersedia di pasaran, walaupun tetap untuk tv dengan kualitas terbaik dan produk yang terjamin. Produsen Tv terkemuka seperti Samsung akan tetap menjadi yang terbaik.
Itulah beberapa keunggulan dari televisi 4k atau UHDtv yang kemungkinan akan bisa booming di beberapa tahun mendatang. Semakin gemarnya masyarakat menonton film berkualitas dengan resolusi yang tinggi di rumah mereka diyakini akan menjadi salah satu alasan larisnya produk tv 4k ini di masa depan.

Sumber:


Kekurangan Resolusi 4K

Pertama, ukuran file-nya yang sangat masif. Film dokumenter TimeScapes arahan Tom Lowe yang hadir dalam resolusi 4K (format 4:2:2) itu hadir dalam ukuran 160 GB. Untuk mendapatkannya Anda harus membeli HDD eksternal terlebih dulu. Karena ukuran yang besar itu, file 4K tidak bisa diputar disembarang perangkat. File 160 GB itu harus diputar di TV khusus 4K dengan alat pemutar khusus (semacam server) yang harganya masih sangat mahal. Tentu saja, pengguna masih bisa melakukan kompresi (pemampatan) agar ukuran file lebih kecil kendati resolusinya juga berkurang. Itupun masih butuh kartu grafis yang cukup kuat (misalnya dari PC) untuk memutarnya. Dan ketika Anda ingin mengunggahnya ke YouTube, Anda jelas butuh koneksi internet yang sangat baik. Karena sebuah file video 4K yang sudah dikompresi pun ukurannya bisa mencapai beberapa gigabyte .
Kedua, dibutuhkan konektivitas. USB MHL (Mobile High-Definition Link)vadalah perangkat yang menghubungkan smartphone/tablet yang tidak memiliki slot HDMI supaya bisa mengeluarkan gambar via slot microUSB ke media lain seperti TV. Nah, saat ini USB MHL terbaru (versi 3.0) sudah mendukung output resolusi 4K (3840 × 2160 piksel) termasuk dukungan suara 7.1. Vendor aksesori seperti Displaylink juga sudah membuat perangkat USB 3.0 dengan teknologi Wi-Fi 802.11ad yang dapat mengkompres file 4K untuk mempermudah menghubungkannya ke berbagai perangkat secara nirkabel.
Ketiga, telivisi beresolusi 4.000 pixel ini akan murni bergantung pada mode streaming. Dengan kualitas yang ribuan kali lebih tinggi, UHDTV jelas membutuhkan bandwidth yang tak sedikit. Hal ini tentu menjadi masalah bagi daerah tertentu yang internet cepatnya masih menjadi sebuah mitos. Tayangan seperti pertandingan sepak bola maupun debat calon presiden yang biasa Anda saksikan langsung di televisi analog kemungkinan belum bisa dinikmati di UHDTV dalam waktu dekat.
 Namun, janganlah terburu-buru mengurungkan niat untuk memboyong UHDTV. Pasalnya, beberapa uji coba telah dilakukan untuk memantapkan siaran langsung berkualitas Ultra HD. Terakhir, ada BT Sport yang melakukannya Januari 2015 silam saat menyiarkan pertandingan bola basket dari O2 Arena, London. Percobaan tersebut bisa dibilang sukses, meski ada beberapa catatan yang mesti diperbaiki, seperti optimasi waktu encoding serta kestabilan koneksi secara umum. Menurut Paul O’Donovan pada Wired (25/2/15), evolusi dari sistem analog ke streaming memang memakan waktu yang tak sebentar. Akan tetapi setelah pergeseran sistem tersebut sudah bisa dijalankan, perpindahan ke teknologi yang lebih canggih lagi, seperti ke siaran beresolusi 8K atau lebih, tidak akan lama. Analis teknologi dan informasi dari Gartner tersebut juga memperkirakan bahwa penyesuaian ke UHDTV akan siap dalam beberapa tahun, mengingat biaya penyediaan satelit untuk UHDTV tak sebesar kabel dan router untuk sistem analog.
“Menurut saya, satelit akan mampu menyediakan konten 4K ke seluruh dunia sesegera mungkin," ungkap O'Donovan. Semoga saja para konsumen UHDTV di Indonesia bisa lekas mencicipi keistimewaan televisi canggih tersebut, ya.


Sumber :
m.techno.id/gadget/ternyata-ini-kelemahan-visual-televisi-4k-yang-belum-ada-obatnya-150320h.html